kini aku kosong
tak ada lagi rangkaian warna yang menghiasiku setiap hari
kini yang ada hanya sepi
sepi dalam penantian
tak ada episode-episode berikutnya
entah kapan episode itu akan berlanjut
aku tak tahu
tapi yang pasti aku menunggu sebuah pena
aku rindu pada pena itu
pena yang selalu kunanti kehadirannya
pena yang selalu menari di atasku
pena yang selalu menghabiskan lembaran-lembaranku
aku rindu dengan semua itu
dengan goresan-goresannya yang lembut
pena itu sangat berbeda dengan pena-pena yang lainnya
pena itu begitu gagah ketika ia berdiri
pena itu begitu lancar ketika ia menari
pena itu banyak menyimpan tinta
entah berapa banyak tinta yang ada di dalamnya
karena selama ini tinta itu tak pernah habis
walau telah mengisi berlembar-lembar diriku
selama ia sudah tak mengisiku kembali
selama itu pula diriku kosong
walau kini banyak pena yang mencoba mengisiku
tapi, rasa goresan yang mereka buat
sangat... berbeda
aku tak merasakan hal yang sama
ketika pena-pena itu menari di atasku
entah kapan aku dapat merasakan hal yang sama seperti dulu
sampa saat ini aku masih menunggumu...
dan sampai saat ini tak ada pena yang ku izinkan menggoresku di halaman ini
halaman yang kau tinggalkan begitu saja
halaman yang belum kau selesaikan
dan hanya ujung penamu yang ku izinkan menggoresnya kembali...
tak ada lagi rangkaian warna yang menghiasiku setiap hari
kini yang ada hanya sepi
sepi dalam penantian
tak ada episode-episode berikutnya
entah kapan episode itu akan berlanjut
aku tak tahu
tapi yang pasti aku menunggu sebuah pena
aku rindu pada pena itu
pena yang selalu kunanti kehadirannya
pena yang selalu menari di atasku
pena yang selalu menghabiskan lembaran-lembaranku
aku rindu dengan semua itu
dengan goresan-goresannya yang lembut
pena itu sangat berbeda dengan pena-pena yang lainnya
pena itu begitu gagah ketika ia berdiri
pena itu begitu lancar ketika ia menari
pena itu banyak menyimpan tinta
entah berapa banyak tinta yang ada di dalamnya
karena selama ini tinta itu tak pernah habis
walau telah mengisi berlembar-lembar diriku
selama ia sudah tak mengisiku kembali
selama itu pula diriku kosong
walau kini banyak pena yang mencoba mengisiku
tapi, rasa goresan yang mereka buat
sangat... berbeda
aku tak merasakan hal yang sama
ketika pena-pena itu menari di atasku
entah kapan aku dapat merasakan hal yang sama seperti dulu
sampa saat ini aku masih menunggumu...
dan sampai saat ini tak ada pena yang ku izinkan menggoresku di halaman ini
halaman yang kau tinggalkan begitu saja
halaman yang belum kau selesaikan
dan hanya ujung penamu yang ku izinkan menggoresnya kembali...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar